TAIGANJA

Beberapa jenis Taiganja

BENDA PURBAKALA

Beberapa Benda Purbakala yang ada di wilayah Sulawesi Tengah.

SITUS MEGALIT

Beberapa Situs Megalit di Wilayah Napu.

SULTENG Daerah 1000 Megalit

Sulawesi Tengah dicanankan sebagai Daerah Seribu Megalit ...

PETA TUA

Peta Tua Wilayah Indonesia.

Tampilkan postingan dengan label Kec. Kinovaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kec. Kinovaro. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2025

Sejarah Desa UWEMANJE

 


Manusia merupakan mahluk sosial yang dapat hidup dengan sesamanya dan akhirnya membentuk komunitas hidup dalam kelompok kecil hingga terbentuk suatu masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat inilah manusia menciptakan berbagai keperluan hidupnya dengan mengelola alam lingkunganya, dengan kata lain masyarakat menciptakan kebudayaannya sendiri dan mencatat itu semua sebagai sejarah kehidupannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan tidak ada kelompok masyarakatpun yang tidak mempunyai sejarah, bila masyarakat tertentu mempunyai awal perkebangan hidupnya, demikian halnya Desa Uwemanje yang menjadi lokasi penelitian ini juga mempunyai sejarahnya.

Kata Uwemanje terdiri dari dua kata yaitu “UWE” yang artinya “AIR” dan “MANJE” adalah “orang yang menemukan air tersebut”. Nama Uwemanje dipakai sejak tahun 1973 sebelumnya bernama Desa Balaroa II, perubahan nama tersebut disebabkan karena ada tiga desa yang memiliki nama yang sama, kemudian pemerintah mengusulkan pergantian nama Desa kepada masyarakat bersama tokoh-tokoh masyarakat menerima usul tersebut dan sepakat menganti nama Balaroa menjadi Uwemanje, karena memiliki nilai sejarah bagi masyarakat.

 

Kepala kampung atau Desa yang memerintah masyarakat dari pertama sampai sekarang yaitu :

 

1.      Ritugunju

 

2.      Letumore memerintah selama ± 20 tahun

 

3.      Maraua memerintah selama ± 20 tahun

 

4.      Djido memerintah sejak 1960-1975 tahun

 

5.      S. Repa memerintah sejak 1975-1984 tahun

 

6.      S. Ndoro memerintah sejak 1984-1985 tahun

 

7.      P. Ndoro memerintah sejak 1985-1994 tahun

 

8.      Palit memerintah sejak 1994-2004 tahun

 

9.      Raha Ganda memerintah sejak 2004-2006

 

10.  Zakaria Memerintah Sejak 2006-Sampai

 

11.  Erik Riksen Sekarang

 

Pada masa kepemimpinan Sebelum Pemimpin desa Rituguju masyarakat masih hidup berkelompok digunung-gunung dan masih hidup berpindah-pindah. Kemudian oleh Rituguju menghimpun masyarakat yang terpisah dalam satu lokasi untuk dijadikan perkampungan tetap, dan setelah terbentuknya perkampungan tetap masyarakat terus melakukan pembangunan dan mengalami perkembangan-perkembangan. Pada masa kepemimpinan Djido nama Balaroa II berganti menjadi uwemanje. Masuknya mahasiswa KKN UNTAD pertama kali di Desa Uwemanje juga memberikan pengaruh pada perkembangan Desa ini, pergantian periode kepemimpinan terus terjadi sampai sekarang dipimpin oleh Raha Ganda Desa Uwemanje terus membenahi dari dalam bebagai aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya.

Sejarah Desa DODA

 

Batas Utara dengan Kelurahan Balaroa

Batas Selatan dengan Balane

Batas Barat dengan Pegunungan Gawalise

Sebelah Timur dengan Kelurahan Duyu.


 Sejarah Singkat Masyarakat  Adat 

Pantapa adalah salah satu Sub komunitas masyarakat adat yang ada di wilayah ke adatan besar Kamalisi Sulawesi Tengah yang kini pada umumnya bermukim diwilayah lereng dan pegunungan Kamalisi.

Komunitas masyarakat adat Pantapa tersebut memiliki sejarah yang sama dan mereka hidup dari satu komunitas lainnya yang cukup besar di kamalisi secara adminitrasi berada di wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kota Madya Palu, bahkan wilayah adatnya kamilisi sampai kewilayah adminitrasi provinsi Sulawesi Barat.

Wilayah Pantapa berasal dari kebiasaan masyarakat yang pertama kali mendiami Kampung Tua bagian gunung kamilisi dengan cara menghangatkan diri dekat api di sebut NO TAPA. Sistem kepemimpinan di wilayah adat pantapa itu sendiri pemimpin tertinggi di sebut ntina. Masyarakat adat kamilisi memilih mogau dengan mosiromu (musyawarah) dan menempatkan mogau tersebut diwilayah yang ditunjuk oleh ntina.

Batas Wilayah

Batas Barat         Bulu (Gunung) Puncak Kamalisi bts Wilayah Ona (Desa Lewara) Kec.Marawola Barat Kab.Sigi

Batas Selatan     Sungai matimpa Bts Wilayah Vau (Desa Balane) Kec.Kinovaro Kab. Sigi

Batas Timur        Lembah Palu Bts Wilayah Duyu, Tanggiso, Taiparanggu (Kel.Duyu) Kec. Tatanga Kota Palu

Batas Utara         Sungai Ta bts Wilayah Vaenumpu (Desa Denggune) Kec.Kinovaro Kab.Sigi


Sumber : DISINI

Sejarah Desa KANUNA

 

Sejarah Singkat Desa Kanuna Kecamatan Kinovaro

          Awal mula terbentuknya Desa Kanuna, Sebelum tahun 60-an beberapa komunitas mendiami wilayah pegunungan sebelah barat Desa yang sekarang terbentuk. Mereka adalah para peladang berpindah. Perkampungan pertama disebut sebagai ‘Vunja Tondo’ yang sampai sekarang dijadikan tempat ritual adat suku Kaili Da’a. ‘Vunja Tondo’diambil dari nama wilayah kerajaan kecil yang berdiri di masa lampau dan kemudian menjadi wilayah pemukiman saat ini.

Struktur sosial orang Da’a secara umum bersifat egalitiarian, wilayah walaupun masyarakat pernah hidup dalam sebuah kemadikaan (kepemimpinan seseorang berdasarkan keturunannya), tetapi tidak berarti kemudian mereka berperilaku feodal. Masyarakat Kaili Da’a saat ini tidak mengenal strata sosial yang memilah-milah anggota masyarakat berdasarkan status dan atribut tertentu. Orang Kaili Da’a khususnya yang bermukim di Desa Kanuna hanya mengenal struktur lembaga adat yang dijadikan oleh seorang tetua adat sesuai hasil penunjukan masyarakat setempat.

Pada tahun 70-an. Awal Desa Kanuna terbentuk dan berkembang, saat itu beberapa kelompok suku Kaili Da’a yang bermukim di hutan pegunungan dan bekerja sebagai peladang berpindah-pindah. Mereka satu sama lainya tinggal dengan jarak berjauhan yang kemudian menyatu dan bermukim  didataran Kanuna, pemukiman baru itu disebut Desa Kanuna, seperti nama pohon yang tumbuh diwilayah itu, yaitu (Pohon Kanuna). Desa Kanuna pada awalnya termasuk dalam Wilaya Kecamatan Marawola, Kabupaten Donggala dan berbatasan langsung 3738 dengan wilayah Kota Palu (Kelurahan Kabonena). Desa Kanuna sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Desa Tondo Gunung.Desa Kanuna adalah sebuah wilayah penyangga antara suasana kaki pegunungan Gawalise dengan wilayah lembah Kota Palu. Perjalanan waktu berikutnya, beberapa Kecamatan memisahkan diri dari Kabupaten Donggala kemudian membentuk Kabupaten Sigi Biromaru.

Aspirasi masyarakat yang menginginkan daerah otonom sendiri terpisah dengan Kabupaten Donggala memiliki argumentasi logis berupa memperpendek rentan kendali, peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran dengan pembentukan kabupaten Sigi Biromaru diyakini sebagai upaya akselerasi pembangunan di Wilayah Selatan Kabupaten Donggala. Alasan lainya adalah kuatnya identifikasi historis yang menyatakan wilayah Kabupaten Donggala bukan menjadi bagian dari Kabupaten itu sendiri (Almudaris, 2008 : 97). Salah satu wilayah yang masuk ke wilayah baru tersebut adalah Desa Kanuna yang menyatu dalam Kecamatan baru yakni Kecamatan Kinovaro.Berdasarkan pada mobilitas penduduk serta akses terhadap pelayanan umum, wilayah Desa Kanuna lebih dekat dengan daerah Kota Palu. Melalui diskusi yang telah dilakukan oleh Walikota Palu dengan warga Desa Kanuna, wilayah Desa Kanuna ingin dimasukan ke dalam daerah administratif Kota Palu, namun hal tersebut mendapat penolakan dari warga Desa. Alasan yang disampaikan adalah Desa Kanuna merupakan satu kesatuan pemukiman etnis Da’a yang tersebar bermukim di wilayah Gunung Gawalise Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Biromaru.

Letak Geografis Desa Kanuna Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi.

Secara geografis, desa kanuna berada terletak diwilaya kecamatan kinovaro Kabupaten sigi profinsi sulawesi tengan, desa kanuna memiliki luar desa 2.400m dan dibagi menjadi 3 dusun, adapun batas wilayah Desa Kanuna secara geografis berbatasan antara lain:

1. Sebelah Utara : Desa Kalora

2. Sebelah Selatan : Desa Daengune

3. Sebelah Barat : Kaki Gunung Gawalise

4. Sebelah Timur : Kelurahan Kabonena

Dari letak geografis, Desa Kanuna berada di daerah kaki Gunung Gawalise dan di apit oleh Desa tetangga, dan sebelah timur terdapat Kelurahan Kabonena.




Kamis, 15 Mei 2025

Sejarah Singkat Desa Porame

 


SEJARAH SINGKAT DESA PORAME

Asal usul Desa Porame berdiri dari tahun 1902 yang saat itu masa penjajahan Belanda, masyarakat masih hidup berpindah-pindah dan berjuang untuk mengusir penjajah dari tanah air kita ini, dengan perlengkapan sejata bambu runcing, Parang, Guma, Tombak dan Sumpit. Kehidupan masyarakat pada saat itu masih bertani, berkebun, berburu disuatu tempat pemukuiman yang dianggap strategis untuk  menyusun sebuah rencana perang untuk melawan penjajah, maka di pilihlah sebua tempat yang ada dilereng pegunungan yang pada saat itu pertemuan dari beberapa Tadulako dari wilayah pegunungan untuk melakukan musyawarah yang membicarakan tentang rencana atau Strategis untuk melawan Penjajah, setelah itu mereka berjuang bersama- sama untuk melawan sebagai bentuk kekerasan penjajah Belanda dan menumpas para pengkhianat Bangsa dari Warga pribumi yang bekerja sama sebagai antek – antek belanda.

Sebua keberhasilan pertempuran pada saat itu, mereka kembali ketempat semula untuk merayakan sebuah kemenangan yang disebut PORAME dalam acara tersebut para Tadulako melakukan Ritual mengucapkan rasa syukur kepada sang pencipta dan para leluhur karena telah membantu mereka dalam medan pertempuran dan mereka semua  bersenda gurau dan berpesta pora dengan menyantap berbagai suguhan dari warga masyarakat yang dilindungi, Jadi untuk itu Kata PORAME berasal dari kata  PO  dan  RAME yang mana sebagai berikut :

PO artinya Persatuan orang-orang atau para Tadulako dalam melakukan musyawarah mencapai mufakat untuk melakukan kegiatan yang sifatnya perang, Ritual, Pevunja dan ritual pobalia yang dilakukan secara bersama-sama.

RAME artinya Pesta atau kegiatan Ritual adat yang dipusatkan disebuah tempat pemukiman penduduk untuk merayakan sebuah Kemenangan dalam perjuangan secara bersam-sama.

 

Jadi menurut penjelasan diatas, PORAME adalah sebuah tempat merayakan kemeneangan dan tempat untuk kesepakatan  merencanakan, menimbangkan dan memutuskan sebuah keputusan mufakat dalam bentuk perjuangan, maupun pelaksanaan acara ritual adat secara bersama-sama oleh para punggava atau Tadulako dan musyarakat lainnya.

 

Sumber : DISINI

 

 

 

۞ PETA LOKASI Rumahku ۞
۞ MEDIA - SOSIAL ۞